Bacalah ketika lelah membaca kehidupan 21
Kenalilah Karaktermu
Ada suatu cerita seorang anak muda, sebut saja Yama. Tepat 3 Februari 2021 adalah ulang tahunnya yang ke-18 tahun. Seluruh keluarga mengucapkan selamat ulang tahun padanya, namun seperti anak remaja lainnya dia juga punya orang yang di sukainya tetapi terakhir dia berkomunikasi dengan orang terkasih pada bulan maret 2020 karena alasan ingin egois dan menyendiri. Padahal itulah orang yang dia tunggu ucapannya walau tidak ada notifikasi telepon dan story Instagram. Yama sangatlah senang, teman-teman memeriahkan ulang tahunnya di stoty Instagram. Tibalah malam dengan angin kesunyian dalam alunan ritme sosial media, notif baru muncul, "ekh, habede ya" pop up WA yang mengembirakan hari itu. Baginya cinta bukanlah selalu setiap hari kirim kabar, tapi adalah adrenalin untuk menerjang badai di musim semi setelah dinginnya relasi. Setiap orang punya karakter masing-masing, kalau dari sisi seksual mungkin saja ada aseksual, yang menjadikan hubungan tidaklah selalu tentang kuat bertahan di kasur tetapi lebih melibatkan kebersamaan.
Yama, timbulah pertanyaan, apakah dia lebih memilih cintanya kepada yang dia sukai daripada orang tua atau sahabatnya, lalu kadar cinta itu sendiri bagaimana. Maka banyak sekali teori tentang ke-idealis-an manusia tentang segala hal, contoh kecil apa yang di tulis penulis saat ini, tapi kuat rasanya sifat dan menyikapi satu sama lain punya hak preogratif yang di sebut kebebasan. Nah, butuh sekali refleksi diri pada masing-masing dari kita dan tidak harus menerus meminta motivasi orang lain. Ada orang mengembalikan sesuatu di dominasi dari sisi spiritual dan naluri mereka, ada juga yang selalu harus rasional dan realistis, ada lagi yang terikat pada dimensi emosinal dan nafsu mereka. Cara itu selalu banyak, entah mengapa cara itu tak sama sekali bekerja.
Setiap dari kita harus bisa memilih serta membebaskan untuk selalu berproses, salah atau benar asal berani tanggung jawab. Hari ini bisa saja kita tertuntun oleh agama, adat, negara dan dunia, di sisi lain ada sesuatu yang harus kita raih untuk mencoba berfikir, apa yang kita lakukan hari ini, untuk apa, harus bagaimana, kenapa harus terjadi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan sesuatu yang langka di dengar. Untuk itu kenalilah karaktermu dari segala persepsi dan utamakan persepsi kita yang sudah di olah maksimal untuk di realisasikan nanti. Seorang dokter tidak selalu memikirkan tentang kesehatan. Begitu pun pilot dengan penerbangannya. Beralihlah pada mendalami jati diri, menguak rahasia-rahasia atau sirr dalam bahasa Arab, cobalah untuk beranjak mempariwisatakan diri, ajaklah rekreasi ke dalam kenyataan yang berbeda.
Dan pada akhirnya, ke-idealis-an akan mati dan realistis akan binasa melebur dalam hakikat yang suci pada pengenalan diri, dengan berbusana putih dan wewangian bau Melati. Puncak dari segala kalkulasi adalah Ikhlas, jadi ikhlaskan hati, pikiran, jiwa, akal dan jasmani dalam ruh yang selalu abadi merindu kekasih yang di nanti-nanti. Dan semua kembali pada fitrah manusia sejati. Ini bukanlah sekedar khalayan belaka, mimpi yang berakhir sampai pagi, halu tiada henti dan angan-angan untuk menyatakan diri, inilah karakter yang nanti kita semua hadapi.


Comments
Post a Comment