bacalah ketika lelah membaca kehidupan 19
Merenkontruksi akal, amarah dan hawa nafsu
Setiap mahluk hidup pasti memiliki insting untuk terus hidup dan bertahan, namun yang membedakan manusia dengan hewan adalah kesadaran yang timbul dari akal yang di dampingi amarah dan di kelola oleh hawa nafsu. Ketika kita makan hanya untuk mengeyangkan perut saja lalu tertidur dan tidak melakukan apapun tak ada bedanya dengan binatang.
Manusia bisa memiliki suatu teori apapun, di berikan kekuasan untuk melakukan apapun di luar kehendak tuhan, artinya manusia memiliki batas tertentu. Berfikir kritis salah satunya yang bisa menjadikan manusia mencapai akal sehat, sebab banyak orang stres dan kehilangan akal dan menjadi gila. sama seperti amarah dan nafsu ketika keduanya menundukkan jasmani kita maka yang di timbulkan hanyalah kejahatan, kebencian, kerakusan, kemunafikan, dan ketidakmanusiaan.
Di sisi lain juga, menyeimbangkan 3 potensi yang di miliki manusia tersebut menjadikan kita insan dengan perilaku baik sebagai kebaikan dan mencapai mahluk yang mendekati kesempurnaan, memang manusia melakukan sesuatu atas kehendaknya tetapi dalam kenyataan nya ada kekuatan di luar kekuatan manusia, bukanlah kekuatan alam namun perbuatan tuhan.
Hidup memang pilihan tetapi di luar pilihan ada takdir yang tertulis diluar sana, kita bisa menggunakan akal dalam berteori tetapi ketika menindak nyatakannya kebanyak atas dasar hawa nafsu sendiri, itulah yang harus perbaiki di setiap perilaku. Kadang memang tidak bisa di hindarkan untuk melakukan kejahatan seperti ketika berpacaran memakai akal semata memang tidak memuaskan bukan? kadang-kadang disanalah nafsu atas wanita menggelora membuat akal tak berfungsi dan nafsu menguasai pikiran dan amarah untuk menghindari dari hal-hal itu.
Tidak adil rasanya jika 3 potensi itu mengusai kita, dan membuat semuanya berantakan. Tetapi berusalah untuk terus berfikir, menimbang dan menentukan apa yang pantas menurut naluri kita di dalam batasan agama, adat, dan hukum yang ada. itulah sebabnya penting akal yang berpusat di kepala, amarah yang berpusat di dada, dan nafsu yang berpusat di perut secara jasmani harus di tegakkan secara seimbang hingga menghasilkan hal-hal baik dan bisa membaikkan.


Comments
Post a Comment