Bacalah ketika lelah membaca kehidupan 17
Kamu ingin bersama, namun kamu takut mengacaukan-nya
Di seluruh penjuru dunia sekalipun orang-orang yang merasa sendiri, sepi, dan sunyi, saya yakin dia ingin bersama dengan seseorang walaupun cuman 1 orang, bukan orang yang kita cinta tapi lebih ke seseorang yang paling mengerti tentang dia, namun rasanya sulit sekali bahkan sudah dalam kategori langka.
Mungkin tulisan ini agak mengarah ke orang yang suka menyendiri, melakukan sesuatu sendiri, ketika dapat masalah dia ingin menyelasaikannya sendiri, lebih suka curhat ke orang-orang asing, dan kalau sedang dalam masalah dia paling ingin orang lain tidak tau masalahnya, apa ini lebih ke personal introvet?
Ada pepatah berbicara seperti ini
"kalau hidupmu sendiri, artinya sombong sebab menyalahi aturan tuhan yang menciptakan berpasang-pasangan"
Bagi penulis sendiri itu tergantung, kenapa? Manusia pada awalnya di lahirkan itu netral, dia bebas memilih baik atau buruk sesuatu, namun ada ajaran di balik semuanya yang mengharuskan manusia bersikap baik dan menjahui keburukan, mau itu pelarajan dari agama masing-masing, buku-buku, para guru dan orang tua, teman,tetangga, orang asing, dan terakhir akal sehat kita.
Suka menyendiri bukan salah takdir yang menjadikan seperti itu, itu pillihan kalian. Setidaknya pilihan kalian itu bisa membuat kalian bahagia, namun sayang tak bisa berbagi kebahgia-an. Pilihan manusia sewaktu-waktu bisa berubah dan merubah mau itu sikap dan tindakan, namun waktu untuk memperbaiki atau mengulah sangatlah susah.
Takut mengacaukan-nya? yap, karena orang yang suka menyendiri ketika bersama dengan teman-teman mereka pasti dalam memutuskan sesuatu ada rasa egois yang akan mengacaukan kebersamaan-nya, jadi mereka belum percaya diri saja sebab suka menyendiri dan tak tahu apa yang harus di lakukan nanti kalau sedang bersama-sama sedang dia selalu melakukan sesuatu selalu sendiri, apalagi sedang ada masalah.
Menyakitkan untuk seorang extrovet, namun itulah tugasnya membuat orang yang suka menyendiri percaya diri ketika bersama, itulah akal sehat baik tanpa ajaran namun dengan intuisi.


Comments
Post a Comment