bacalah ketika lelah membaca kehidupan 16
Virtual Life
Yang sebenarnya terjadi di dunia ini jelas berbeda, berbeda dengan realita, nyata, dan sentuhan fisik. Dulu sebelum ada internet, jaringan, sosial media, dan teknologi hidup benar-benar terasa secara fisik dan mental namun memasuki zaman industri 5.0 dan sudah berada di generasi Z semua terasa mudah.
Sekarang aplikasi bertebaran di internet, semuanya di lakukan secara mudah dengan modal kuota dan jaringan. Dan memulai pertemuan, pertemanan, pekerjaan hingga pasangan semuanya bisa dilakukan secara online.
Seperti bayi sudah bisa merangkak, berjalan hingga berlari-lari, waktu membawanya maju. Ngomong-ngomong sedang bicara kehidupan online saya yakin mau itu temen atau keluarga di real life lebih sering menggunakan komunikasi online, yah namanya juga hidup ya.
Sendiri di rumah bukan masalah kalau ada kuota, solusinya kita mencari kesenangan dengan teknologi yang ada. Namun coba berfikir sejenak yang kalian lakukan sudah seperti yang kalian inginkan atau butuhkan?
Tak pernah berhenti di kehidupan nyata, dunia virtual solusi segala hal yang di jangkau dengan mudah. Kebutuhan kalian bukan sekedar kuota atau kesenangan, namun ayok kita bangun juga kehidupan dunia nyata kita, dengan bersilaturahmi dan apapun yang nyata. Sebab fisik kalian butuh untuk pengajaran dari kenyataan bukan cuman khayalan.
Lakukan saja dunia virtual namun jangan lupakan kalian hidup dimana? Kalau kalian susah siapa yang akan membantu kalian? Teman virtual bisa saja, namun kalau kalau kalian sudah tiada siapa yang akan mengubur dan mendoakan kalian? Pemakaman virtual? Mayat di kubur dengan jaringan internet dan segala aplikasi? TIDAK! manusia lain yang berada di dekat kalian di kehidupan nyata.


Comments
Post a Comment