bacalah ketika lelah membaca kehidupan 14

Hidup itu pilihan, tapi pilihan bukanlah kehidupan

Seperti yang kita tahu, tujuan hidup adalah untuk bertahan hidup, meski pada akhirnya kita menjumpai kematian. Yah, kawan ku sekalian, coba kalian bayangkan betapa banyak orang berkata "hidup itu untuk mati" saya tak menyalahkan mereka, mungkin arti dari "mati" ialah mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian sewaktu kita hidup. 

Dilema beberapa pilihan, harus tahu bahwa hidup itu memilih dan memilah mana yang baik atau buruk, dll. Selagi kita punya akal, pilihlah jangan dulu pasrah pada kenyataan, misalnya pelajar, kalian harus memilih rajin atau malas belajar, terlebih menurut saya, kalau mau nakal harus ber-otot, kalau baik harus ber-otak yah kurang lebih seperti itu.

Nah, di dunia yang sudah memasuki revolusi industri 5.0 kebanyakan manusia menggunakan teknologi, jikalau kurang update akan sesuatu dia di cap norak. Namun itu pilihan kalian boleh memilih teknologi seperti kebanyakan negara maju atau budaya yang masih melekat di berbagai suku di daerah Indonsesia. Tepatnya mereka bukan norak, lebih kepada menjaga apa yang sudah kita punya, dan sebagian mengambil sesuatu yang baru dan baik atau teknologi.

Namun pilihan tersebut bukanlah kehidupan, sebab kalian tak bisa menghindar dari takdir ataupun kenyataan. Itulah mengapa hari ini, kebanyakan orang mengadu nasib tanpa mau berupaya bangkit dan merubah kenyataan buruk itu. Yang kita tau cuman pilihan A atau B padahal Allah SWT sudah memilih apa yang baik untuk kita atau pilihan terbaik dari Tuhan.

ketika kalian sudah bosan menerima nasihat atau masukan orang lain, maka bangunkan dan tingkatkan cara berfikir kalian untuk menghadapi dunia dengan cara kalian, selebihnya terimalah bantuan dari orang di sekitar mu, jangan terlalu memaksakan diri.


Comments

Popular Posts