Bacalah ketika lelah membaca kehidupan 12

Percikan kehidupan 


Seperti daun yang telah mengering dari dahan pohon, ia jatuh entah angin membawa nya jauh atau dekat pohon, seperti itulah anak tak bisa menentukan siapa orang tuanya dan sebaliknya.
Ketika anak susah di atur jangan salahkan orang tuanya, jika orang tuanya berbuat jahat jangan juga salahkan anaknya, mereka di takdirkan berkeluarga namun tak perlu di salahkan. Sebagai anak atau orang tua harus saling mengenal, menyayangi, dan mengingatkan.


Yah, penulis juga cenderung menitikberatkan kepada orang tua jika kesalahan pada anak terjadi kalau masih kecil, adapun sudah dewasa, anak itu harus berani menanggung jawabkan dirinya tanpa sangkut paut orang tua, setidaknya itu yang bisa kalian pelajari di kehidupan dewasa.


Banyak sekali kasus-kasus yang saling menyalahkan keluarga nya sendiri, sampai di usir, tak disayang, dan sampai ke pembunuhan. Gila banget kan, nah siapa sih yang mau di lahirkan di kehidupan susah? Gak ada, semua anak pasti ingin di lahirkan oleh orang tua kaya.


Bagi orang tua sendiri, mungkin jika anaknya nakal atau bermasalah, haruskah orang tua di salahkan? Siapa yang ingin melahirkan anak seperti itu? - kasarnya. Ini harus di perbaiki di kehidupan, apapun kenyataan nya, terima aja.


Pandai-pandai aja bersyukur, nanti juga bisa menerima apa yang kurang dan menghargai apa yang lebih.


Waduh, percikan kehidupan berkeluarga aja kalian rumit loh, apalagi nanti kalian bertetangga, jika di dalam nya seperti itu, bagaimana nanti di luar ya. 


Comments

Popular Posts