bacalah ketika lelah membaca kehidupan 3

Kecintaan awal kebersamaan


Seorang pernah berkata "kalaulah Tanpa Kecintaan Hancurlah Kebersamaan" so what's the mean?

Di penghujung acara, yah bisa di sebut perpisahan tapi guruku bilang memakai nama "perpisahan" sangat menyakitkan, yakin aja kita akan ketemu kembali, sebut aja itu pamitan, kata guruku. Jarak boleh jauh tapi silaturahmi jangan di jauhi, memang kita harus ambil resiko dari bertemu, mengahirkan perpisahan, harus kuat ya.

Kisah orang-orang yang berani mengambil resiko besar dalam mensukseskan acara, mereka menyebut diri mereka Sangkuriang art, tim desain panggung acara perpisahan, sesuai namanya Sangkuriang yang mampu membuat tangkuban perahu sebelum matahari terbit. Sangkuriang art, mereka berusaha semaksimal layaknya Sangkuriang asli yang membuat background panggung 3D dalam waktu seminggu, bayangkan saja bahan seadanya, personil sebatas relawan, penetapan acara belum yakin benar akan seperti apa. 

Demi acara perpisahan sukses, sabar sudah jadi pegangan, lelah bukan gangguan, tidur gak karuan, hebatnya mereka. Sebab dalam hati mereka kecintaan sudah di tanam sebelum satu persatu meninggalkan, dan hilang. 

Kebersamaan jadi pertanda kecintaan, kalau tidak, acara perpisahan cuman angan. Singkat cerita malam sebelum perpisahan, semua personil menyiapkan panggung dari mulai banner, tenda panggung, kursi penonton, dan background mereka tuntaskan hingga jam 9 pagi. Meski tak seperti Sangkuriang tapi keyakinan tak tergoyahkan, semuanya lelah, kebahagiaan dalam pikiran bukan angan lagi, semua lelap tertidur.

Lalu kabar buruk datang, semua kegirangan, ada apa? Kenapa? Yang tak di pikirkan tentang angin yang menyerang, background yang sudah tertata rapih akhirnya rubuh tak bisa di bayang. Padahal 3 jam sebelum di mulai acara perpisahan, semua bertanya " gimana nih? Kok gak ada yang kepikiran angin? Udah detik-detik akhir perpisahan juga?" Sebagian mereka menangis apalagi para perempuan yang setia menunggu dari malam, menyiapkan makanan, dan menyemangati para relawan. 

Kyai datang, KH Abun yang merasa sayang pada santrinya yang semangat nya tak goyang walau badai menghadang. Dengan bantuan bapa pimpinan semangat Sangkuriang art bangkit kembali, dari yang menangis mulai mengusap mata lalu dengan senyum mereka, perlahan membenarkan panggung acara, background panggung di susun ulang dengan tali kebelakang. Semua tak terpikirkan akhirnya perpisahan tetap di laksanakan, semua senang tak terbayang. 

Acara pun sukses, para personil tak sia-sia mengedepankan nama Sangkuriang, dan kebersamaan ada ketika cinta sudah di tanam, kalaupun tanpa cinta, sudahlah hancurlah kebersamaan. Motto yang tak bisa di gantikan walaupun kata, itu bisa menunjukkan betapa indah perealisasian nya.


Comments

Popular Posts