Kekuatan untuk membuka hati
Seorang yang pernah atau sering tersakiti pasti akan menutup hatinya untuk siapapun hingga dia siap untuk membuka nya kembali nanti. Perasaan ini terjadi padaku juga selama 3 tahun setelah masa-masa SMP selesai karena memang benar yang menutup hati tak ingin dipandang sebagai murahan, ingin nya jual mahal.
Di saat SMA kelas 12 ku mulai membuka kembali hati dari yang hanya mendoakan siapa yang akan ku cintai nanti, pada takdir semuanya kembali. Yah sedikit curahan hati dari lelaki yang tampak hebat padahal hatinya pengecut.
Kalian pasti tak ingin merasakan sakit hati lagi bukan? Belum siap menerima? Soal hati mah enggak bisa bercanda.
Selalu ada hati yang ingin terus berproses ketika susah untuk membuka hati kita untuk orang lain. Percaya tidak kalau kalian siap membuka hati itu untuk yang terakhir kali? Sebab tak mau rasa sakit benar-benar menyakitkan hati kita.
Jalan selalu ada untuk kalian yang bertahan pada pendiriannya, kalian hebat, karena melakukan sesuatu hal itu tak terlalu sulit sih yang sulit adalah bertahan.
Manusia mudah mencintai seseorang tapi sulit untuk bertahan di satu hati, maka kuatkan dulu hati kalian jangan lemah, buat hati kalian berkarakter, caranya bagaimana?
Harus kuat menerima kenyataan yang terjadi, semua tak berjalan dengan baik bukan? Ketika kalian sudah siap membuka hati kembali jangan takut sakit hati, karena kalian sudah siap menerima itu.
Perjalanan hati lebih rumit dari rumus-rumus yang ada di dunia ini, bagaimana kalian menetapkan prespektif tentang hati dalam diri kalian. Kalian boleh kalah dalam memperjuangkan sesuatu tapi ingat jangan pernah menyerah. Menyusuri perasaan hati kita tak cukup waktu sebentar, sedikit-dikit di sakiti langsung menyerah itu tanda kalian belum siap menerima hati kalian terbuka loh.
Memang soal cinta bukanlah tentang kata-kata, mengungkapkan rasa tak cukup hanya dengan kaya akan kata. Butuh pergerakan untuk mengaplikasikan rasa itu. Makanya jangan mudah di tipu oleh kata-kata yang menyakiti mu. Berilah ruang untuk melihat apa yang sudah kalian lakukan untuk perasaan kalian itu.
Benar hati bukanlah tentang yang terucap, tapi yang tak terungkap.
Sudah siapkah kalian menerima kenyataan nya?


Comments
Post a Comment