Sendiri, Sepi, Sunyi
Merasakan sepi kala bersama sudah tak asing lagi, kala sendiri berlalu sudah rasa sepi, sunyi di sisinya. Kehidupan seperti itu jarang sekali manusia memiliki, antara kesendirian, kesepian, dan kesunyian, kembali lagi ke jati diri kalian, mengungkapkan tabir-tabir semua yang terjadi.
Hah? Kok ga nyambung sih? Kadang cukup untuk mengetahui tak harus mengerti, begitu lah ketidakjelasan ku.
Sendiri adalah jati diri kita, di lahirkan dari rahim seorang ibu sendirian, tak mengerti apa-apa hingga nanti pun, di akhir hayat kita di kubur sendirian. Semuanya terlihat Fana, jangan merasa ramai karena bosan dengan kesendirian karena itu bukan jati diri. Sunyi ada bukan karena sendirian, kadang di penghujung keramaian kita pernah merasa sepi, karena hati telah tersakiti dan itu di perlukan untuk memikirkan pantaskah kita? Atau mungkin hanya sebuah penghibur diri? Jawablah ketika merasa kala tak bersamanya lagi.
Haduh, kok jadi ga jelas sih, gini simpelnya aja
Sepi bukanlah sendiri, sunyi bukanlah gara-gara sepi, sendiri adalah jati diri.
Sepi Sunyi Sendiri
Sepi ku ada dalam keramaian, entah kenapa suasana sangat lah sunyi padahal aku sedang tak sendiri, apakah ini jati diri? Rumit sekali di jelaskan, aneh tapi terasa hangat suasana hati merasa sunyi di kala kesepian menjadi-jadi.
Entah kenapa selalu merasa sendiri, bersama belum tentu merasakan kebersamaan, apa karena hanya memikirkan diri sendiri? Padahal sudah berusaha keras untuk menghilangkan keasingan diri ini, yah hati, jiwa, raga ini membuktikan bahwa kesendirian ku abadi.
Hahaha, jangan terlalu membawa emosi, kita bukanlah burung yang sedang berhibernasi, mencari-cari alasan kesana-kemari.
Intinya, jika butuh sunyi buatlah suasana sepi, meski dalam keramaian berkali-kali kalian pasti mendapatkan kesendirian pribadi hanya untuk introspeksi diri, sekian.
Tapi ubahlah, jangan terlalu menyepi, kamu butuh sesuatu yang membangkitkan dari sunyi.
Untuk dia yang di dampakan hati, ingatlah hati ini abadi dalam sunyi, dan hanya dialah pengisi rasa sepiku, hingga ku tak menganggap sendiri lagi
~العيون تنس من ترأ بل القلب لا تنس من تحّب~


Comments
Post a Comment