Cinta dan kebebasan
Cintailah dengan bebas
Kebenaran Cinta bukan terletak pada akal pikiran kita, namun hanya di hati karena cinta itu sendiri tak memandang apapun di dunia ini, di situlah kebebasan dalam cinta.
Kemana lari nya cinta itu? Takdir kah yang membawa nya? Kuasa Ilahi yang telah mengatur segalanya?
Semua di dunia ini terlahir karena cinta, bahkan yang Maha Kuasa sangat mencintai pada hambanya, Muhammad.
Kebebasan sendiri dalam cinta tak memandang kapan datang dan perginya, cinta hal yang absurd dalam mekanisme akal manusia. Apalagi cinta kita menjalankan cinta dengan teori pasti nya saja itu tak akan bertahan lama.
Seseorang pernah mengatakan tidak ada namanya saling mencintai, yang ada seseorang yang mencintai dan di cintai padahal secara teori itu hal yang masuk akal tapi sebagaimana tadi cinta bukanlah sekedar teori tapi perasaan hati.
Yah, manusia tak mudah untuk di percaya kadang kebebasan dalam cinta membuat seorang melakukan hal-hal positif ataupun negatif, jangan mudah di tipu cinta kawan. Bukanlah rasa cinta karena ada alasan karena besa dengan ketertarikan kita pada seseorang.
Maukah kita saling mencintai? Atau hanya aku yang mencintai?
Perubahan cinta hanyalah ilusi rasa dalam hati, bosan dan bimbang hingga saling tak mempercayai itu bisa terjadi dan mulailah cinta kita pudar. Pertahankan lah dunia cinta manusia sangat berbeda dari dunia cinta buatan manusia (fiksi).
Yah sangatlah beruntung bagi kita sudah mengenal dan mengerti apa itu cinta dan kasih sayang, lihatlah bagaimana orang tuamu mencintai mu?
Guru-guru mu, teman-teman mu itu pasti mencintai namun hanya cara yang berbeda saja.
Cintailah dengan bebas & bebaskanlah dengan cinta
Salam hangat untuk para pecinta


Teruslah berkarya menulis artikel yang benar-benar keluar dari pikiran dan imajinasi yang dalam dan sempurna sehingga menghasilkan karya yang inovatif dan fresh sehingga banyak orang ingin baca dan selalu menanti artikel atau tulisan yang dinantikan.
ReplyDelete