Antara kebencian dan memaafkan
Pernahkah kita merasa kebencian pada seseorang padahal tak ada akhirnya? atau kita memaafkan dan merasa diri kita lemah?
Sebenarnya, kita di takdirkan oleh pilihan itu ketika kita di sakiti orang lain.
Datangnya penyesalan disitulah keselamatan
Ketika timbul kebencian di hati kita, akan terasa sakit dan mengganjal hingga mempersempit relasi dengan orang lain. Apalah daya manusia yang lemah akan hatinya selalu tersakiti melalui kata atau perilaku seseorang pada nya.
Anggapan lemah bagi manusia tak perlu di perpanjang, semua orang punya hati yang berbeda-beda. Kadang memaafkan terlalu sulit untuk di lakukan karena masih dan tetap tersakiti, penyesalan akan datang ketika membenci seseorang yang nantinya akan menolong kita. Disanalah keselamatan yang bisa berujung saling memaafkan.
Memaafkan hal wajar, tapi tak mudah
Sulit sekali bagi manusia yang terlalu banyak menyimpan rasa sakit di hatinya, sebabnya dia tak membiasakan meminta maaf atau memaafkan. Wajar saja memaafkan hal yang terbiasa bagi seseorang tapi kadang tak mudah ketika seseorang terlalu sering memanfaatkan, sering terjadi memaafkan adalah jalan seorang yang ingin memanfaatkan kita.
Sudahlah, anggapan orang lemah jangan di pikirkan, karena memaafkan penyelamat dan penghancur hidup kita, begitu juga kebencian.
Lalu penyesalan datang, maukah kalian memaafkan?
Setidaknya baik untuk hati kita, selebihnya untuk kebaikan bersama.
Maha benar Allah SWT dengan segala firman-Nya


Comments
Post a Comment